Results for Pemuda dan Teknologi

 

Di era digital yang serba cepat seperti sekarang, kemampuan untuk terus belajar sepanjang masa menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang. Konsep ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan sebuah kebutuhan yang nyata, baik bagi anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Dunia yang terus berubah menuntut kita untuk terus memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan cara berpikir.

Apa Itu Belajar Sepanjang Masa?

Belajar sepanjang masa (lifelong learning) adalah proses belajar yang berlangsung seumur hidup. Tidak terbatas pada jenjang sekolah atau universitas, belajar sejati terjadi setiap hari—di rumah, di tempat kerja, bahkan di media sosial. Proses ini mencakup pengembangan diri secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.

Belajar bukan hanya tugas siswa di sekolah. Orang tua belajar menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya. Guru belajar memahami karakter siswa yang semakin kompleks. Pengusaha belajar menyesuaikan bisnis dengan tren digital. Bahkan seorang pensiunan pun bisa belajar keterampilan baru untuk mengisi masa tua dengan produktif.

Mengapa Belajar Sepanjang Masa Penting?

  1. Perubahan Teknologi yang Cepat
    Dalam 10 tahun terakhir, teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia—dari cara bekerja, berbelanja, hingga berkomunikasi. Tanpa kemauan untuk terus belajar, seseorang bisa tertinggal dan kehilangan daya saing.

  2. Pasar Kerja yang Dinamis
    Banyak pekerjaan yang hilang karena otomatisasi, tapi banyak pula pekerjaan baru yang muncul. Hanya mereka yang mau belajar sepanjang masa yang mampu beradaptasi dan mengambil peluang.

  3. Pengembangan Diri dan Kesejahteraan Mental
    Belajar bukan hanya soal karier. Proses belajar juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, memberi rasa pencapaian, dan menjaga kesehatan mental. Belajar hal-hal baru memberi energi positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  4. Tuntutan Iman dan Tanggung Jawab Sosial
    Dalam konteks religius, seperti dalam Islam, belajar adalah ibadah. Rasulullah ï·º bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” Ini menunjukkan bahwa belajar sepanjang masa juga merupakan perintah agama dan bentuk tanggung jawab sosial kita terhadap sesama.

Cara Menerapkan Belajar Sepanjang Masa dalam Kehidupan

Berikut adalah beberapa strategi untuk membiasakan diri menjadi pembelajar sepanjang masa:

1. Jadikan Rasa Ingin Tahu sebagai Modal Utama

Semua dimulai dari rasa ingin tahu. Ketika Anda tertarik pada suatu hal, luangkan waktu untuk membaca, menonton, atau berdiskusi tentang hal itu. Internet menyediakan ribuan sumber gratis untuk dipelajari.

2. Buat Jadwal Belajar Ringan

Tidak perlu belajar berjam-jam setiap hari. Cukup sisihkan 15–30 menit untuk membaca artikel, menonton video edukatif, atau mencatat pelajaran penting dari pengalaman harian Anda.

3. Ikut Komunitas atau Forum Diskusi

Lingkungan belajar sangat berpengaruh. Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki semangat belajar tinggi. Diskusi dan kolaborasi akan mempercepat pemahaman dan membuat proses belajar lebih menyenangkan.

4. Dokumentasikan Proses Belajar

Menulis jurnal atau blog pribadi tentang apa yang Anda pelajari dapat memperkuat ingatan dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Bahkan, dokumentasi itu bisa menjadi portofolio yang berguna di masa depan.

5. Jangan Takut Gagal

Salah satu penghambat utama dalam belajar adalah rasa takut gagal. Padahal, kegagalan adalah bagian dari proses belajar itu sendiri. Orang yang berhasil adalah mereka yang menjadikan kegagalan sebagai guru, bukan sebagai alasan untuk berhenti.

Belajar Sepanjang Masa dalam Konteks Keluarga dan Masyarakat

Pendidikan sejati dimulai dari rumah. Ketika orang tua menunjukkan semangat belajar kepada anak-anak, maka mereka pun akan tumbuh dengan semangat yang sama. Lingkungan yang mendukung pembelajaran, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat, akan menciptakan generasi yang tangguh, kreatif, dan adaptif.

Masyarakat yang terus belajar adalah masyarakat yang maju. Mereka tidak cepat puas, terus mencari solusi, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Oleh karena itu, membudayakan belajar sepanjang masa adalah langkah strategis untuk pembangunan bangsa.

Penutup

Belajar tidak berhenti ketika kelulusan diraih atau ketika pekerjaan sudah didapat. Justru saat itulah proses belajar sesungguhnya dimulai. Di era informasi ini, kita punya peluang besar untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan berkontribusi lebih baik bagi lingkungan sekitar.

Mari kita jadikan belajar sepanjang masa sebagai gaya hidup. Karena sejatinya, siapa pun yang berhenti belajar, maka ia telah berhenti berkembang. Dan siapa pun yang terus belajar, ia sedang membangun masa depan yang lebih cerah.

kanghadad.com Juli 15, 2025
Read more ...


Etika dalam Whatsapp - Dalam interaksi digital saat ini, rasanya aplikasi Whatsapp adalah aplikasi wajib yang digunakan oleh semua orang sekitar kita untuk melakukan komunikasi. Namun, apakah penggunaan aplikasi Whatsapp sudah sesuai dengan etika ? Apakah emoji yang kita gunakan adalah benar, sehingga tidak akan menyinggung lawan bicara kita ? 

Mengenal aplikasi Whatsapp

Dilansir dari laman resmi Tentang Whatsapp, aplikasi ini didirikan oleh Jan Koum dan Brian Acton, pada tahun 2009 dan bergabung dengan perusahaan Facebook (sekarang Meta) pada tahun 2014. Dan ya, Whatsapp adalah plesetan dari "What's Up ?"


Penamaan aplikasi ini berawal dari semangat bahwa pengguna komputer (termasuk pengguna smartphone) harus terhubung satu sama lain dengan hubungan yang hangat dan tidak kaku. Komunikasi antar pengguna komputer sebenarnya sudah berkembang bahkan sejak awal mula komputer bermula. Email adalah salah satu aplikasi yang telah ada sejak awal komputer ada, tujuannya sama yaitu komunikasi. Akan tetapi, Email dengan tampilan antar muka yang tidak sederhana, sistem komunikasi yang kompleks dan notabene penggunaan bahasa yang formal mengakibatkan penggunaan email menjadi kaku dan terbatas hanya untuk hal-hal tertentu saja.


Whatsapp hadir dengan fitur yang lebih sederhana dibandingkan email, namun seiring berjalannya waktu banyak fitur yang berkembang bersamaan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan interaksi manusia. Perkembangan ini hadir tanpa mengorbankan kesederhanaan dari aplikasi Whastapp, namun banyak pula pengguna yang malah tidak paham tujuan dan fungsi dari fitur-fitur tersebut. Hasilnya adalah pengguna yang malah mengabaikan tata krama dan etika karena "keseruan" fitur yang ditawarkan oleh Whatsapp.

Fitur terbaru Whatsapp


Dari tangkapan layar yang dilakukan pada tanggal 10 Juli 2025, kita bisa melihat setidaknya ada 7 fitur utama dalam Whatsapp. Kita bahas secara ringkas satu persatu, 

1. Berkirim pesan secara privat

Fitur keamanan yang berkembang akhir-akhir ini adalah jaminan keamanan Enkripsi end to end yang menjamin tidak ada seorang pun yang bisa "mengintip" pesan yang kita kirimkan. Fitur ini semakin berkembang ketika ramai isu keamanan beberapa tahun ke belakang.

2. Tetap terhubung

Chat, Pesan suara, Telepon, Video Call, bahkan fitur polling akan semakin memperkaya pilihan cara berkomunikasi sesama pengguna.

3. Terhubung di grup

Fitur grup bahkan yang terbaru dengan fitur komunitas menjadikan penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan masif, tanpa khawatir salah sasaran.

4. Ekspresikan diri

Chat, Voice Note hingga koleksi stiker menjadi pilihan "bahasa" yang digunakan tergantung kenyamanan kita. 

5. Dibuat agar aman

Berbagai peringatan terhadap ancaman serangan hacker terus ditingkatkan. Edukasi dan notifikasi terkait kemungkinan ancaman dari spam terus dikembangkan whatsapp sebagai komitmen pelayanan komunikasi yang aman.

6. Bagikan keseharian anda

Membagikan status keseharian, baik dengan foto, video atau cerita teks bahkan audio. Semua kegiatan terbaru (otomatis terhapus setelah 24 jam) bisa kita kabarkan ke semua kontak dalam whatsapp kita.

7. Ikuti Saluran

Fitur yang baru dimana kita bisa mendapatkan informasi terbaru dari kanal-kanal yang tersedia, dari berbagai topik. fitur ini adalah sumber informasi searah dimana kita hanya menerima informasi saja.

Etika Menggunakan Whatsapp

Berbagai fitur diatas hadir untuk kenyamanan kita ketika menggunakan Whatsapp, namun apabila kita belum memahami secara utuh fungsi dari fitur-fitur tersebut, maka ada kemungkinan kita malah berkomunikasi tanpa etika dan mengabaikan tata krama. 

Berikut ini beberapa etika dalam Whatsapp, 

1. Gunakan nama yang jelas dan dikenali oleh orang-orang disekitar kita. Pertimbangkan untuk mengaktifkan visibilitas nama bagi orang yang belum menyimpan nomor kita di buku kontaknya

2. Kenali lawan bicara yang kita hubungi baik secara personal ataupun di grup. Perhatikan bagaimana dalam berkomunikasi ke orang yang lebih tua, orang yang dihormati, dan ke sesama teman. 

3. Gunakan foto jelas yang sebaiknya adalah foto yang menampilkan wajah kita. 

4. Tetap nyalakan centang biru yang menunjukan kita hadir dalam komunikasi secara berkualitas. Mematikan centang biru akan menyebabkan lawan bicara kita tidak nyaman dan merusak citra diri kita.

5. Matikan timer yang akan menyimpan riwayat pesan. Meskipun dalam beberapa kondisi karena keterbatasan tempat penyimpanan data, fitur ini akan membantu kita.

6. Perhatikan jam saat mengirim pesan. Pertimbangkan kembali apakah kita mengganggu waktu istirahatnya atau bisa di konfirmasi terlebih dahulu sebelum komunikasi lebih jauh via chat. 

7. Pahami emoji dan stiker yang dikirimkan. Ada beberapa emoji yang seringkali kita salah mengartikan atau orang lain salah mempersepsikan. Bijaklah dalam mengirim stiker dan emoji. Salah satu referensi mengenal emoji bisa di link berikut : 

Arti Emoji terpopuler

Demikian penggunaan Etika dalam Whatsapp, semoga bermanfaat.

kanghadad.com Juli 10, 2025
Read more ...