Results for Catatan Guru

 Jurnal Guru Digital - Saya sudah lama merencanakan hal ini sebenarnya, berawal dari kebingungan saya ketika awal mengajar informatika. Berbagai kanal dan akun saya siapkan, namun saya belum menemukan sebuah optimasi yang tepat untuk ini. Jadi apakah tahun ini ? tunggu saja.


Menjadi Guru = Menjadi Pembelajar Sepanjang Usia

9 tahun lamanya saya belajar menjadi guru, mulai dari level dasar yang sama sekali tidak tahu apa-apa, hingga berakhir menjadi wakil kepala urusan kurikulum, dan hari ini, saya kembali ke level dasar ketika ditugaskan di sekolah yang baru. Tidak jadi masalah sebab, Menjadi guru artinya menjadi orang yang siap terus belajar.

Sejak meniti karir sebagai seorang guru, saya selalu menyadari betapa tantangan itu selalu hadir dan tidak pernah habis. Mulai dari karakter murid yang berubah atau berganti, hingga dalam skala global bagaimana covid menyerang dan sistem pendidikan harus bermanuver agar bisa tetap bertahan.

Beruntungnya adalah, saya adalah guru dengan background IT (hingga saya mengampu mapel Informatika dan Teknologi Jaringan Komputer dan Telekomunikasi), sehingga berbagai tantangan tersebut bisa saya jawab dengan bantuan teknologi. Setidaknya untuk beberapa aspek tertentu. 

Teknologi membantu saya dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang efektif dan efisien. Apalagi dengan konsep Student Centered-Learning, dimana guru hanya berperan sebagai fasilitator. Maka kehadiran teknologi, yang juga bagi murid Gen-Z dan Gen-Alpha ini adalah sebuah fasilitas yang mereka kuasai. 

Kehadiran guru, dengan teknologi, dan karakteristik murid yang sedemikian rupa, menghadirkan sebuah pola pembelajaran yang unik sekaligus tantangan bagi kami para guru, untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus berkesan. 

Tantangan ini semakin menarik dengan hadirnya Deep Learning pada era pemerintahan yang baru. Ini bukan sekedar kebijakan politis, tapi ini, sekali lagi, adalah sebuah tawaran untuk menjembatani 3 aspek yang tadi disebutkan diatas. 

Jurnal Guru Digital 

Maka akhirnya saya ingin menghimpun, berbagai catatan, temuan, dan bahkan hal-hal baik yang pernah saya lakukan agar bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan. Saya masih perlu belajar, dan melakukan beberapa optimasi agar informasi ini terkemas dan tersaji dengan menarik dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. 

Berikut ini rencana yang akan saya matangkan dalam beberapa hari kedepan, mohon doa dari semuanya. 

kanghadad.com Juli 17, 2025
Read more ...

 

Di era digital yang serba cepat seperti sekarang, kemampuan untuk terus belajar sepanjang masa menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang. Konsep ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan sebuah kebutuhan yang nyata, baik bagi anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Dunia yang terus berubah menuntut kita untuk terus memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan cara berpikir.

Apa Itu Belajar Sepanjang Masa?

Belajar sepanjang masa (lifelong learning) adalah proses belajar yang berlangsung seumur hidup. Tidak terbatas pada jenjang sekolah atau universitas, belajar sejati terjadi setiap hari—di rumah, di tempat kerja, bahkan di media sosial. Proses ini mencakup pengembangan diri secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.

Belajar bukan hanya tugas siswa di sekolah. Orang tua belajar menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya. Guru belajar memahami karakter siswa yang semakin kompleks. Pengusaha belajar menyesuaikan bisnis dengan tren digital. Bahkan seorang pensiunan pun bisa belajar keterampilan baru untuk mengisi masa tua dengan produktif.

Mengapa Belajar Sepanjang Masa Penting?

  1. Perubahan Teknologi yang Cepat
    Dalam 10 tahun terakhir, teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia—dari cara bekerja, berbelanja, hingga berkomunikasi. Tanpa kemauan untuk terus belajar, seseorang bisa tertinggal dan kehilangan daya saing.

  2. Pasar Kerja yang Dinamis
    Banyak pekerjaan yang hilang karena otomatisasi, tapi banyak pula pekerjaan baru yang muncul. Hanya mereka yang mau belajar sepanjang masa yang mampu beradaptasi dan mengambil peluang.

  3. Pengembangan Diri dan Kesejahteraan Mental
    Belajar bukan hanya soal karier. Proses belajar juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, memberi rasa pencapaian, dan menjaga kesehatan mental. Belajar hal-hal baru memberi energi positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  4. Tuntutan Iman dan Tanggung Jawab Sosial
    Dalam konteks religius, seperti dalam Islam, belajar adalah ibadah. Rasulullah ï·º bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” Ini menunjukkan bahwa belajar sepanjang masa juga merupakan perintah agama dan bentuk tanggung jawab sosial kita terhadap sesama.

Cara Menerapkan Belajar Sepanjang Masa dalam Kehidupan

Berikut adalah beberapa strategi untuk membiasakan diri menjadi pembelajar sepanjang masa:

1. Jadikan Rasa Ingin Tahu sebagai Modal Utama

Semua dimulai dari rasa ingin tahu. Ketika Anda tertarik pada suatu hal, luangkan waktu untuk membaca, menonton, atau berdiskusi tentang hal itu. Internet menyediakan ribuan sumber gratis untuk dipelajari.

2. Buat Jadwal Belajar Ringan

Tidak perlu belajar berjam-jam setiap hari. Cukup sisihkan 15–30 menit untuk membaca artikel, menonton video edukatif, atau mencatat pelajaran penting dari pengalaman harian Anda.

3. Ikut Komunitas atau Forum Diskusi

Lingkungan belajar sangat berpengaruh. Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki semangat belajar tinggi. Diskusi dan kolaborasi akan mempercepat pemahaman dan membuat proses belajar lebih menyenangkan.

4. Dokumentasikan Proses Belajar

Menulis jurnal atau blog pribadi tentang apa yang Anda pelajari dapat memperkuat ingatan dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Bahkan, dokumentasi itu bisa menjadi portofolio yang berguna di masa depan.

5. Jangan Takut Gagal

Salah satu penghambat utama dalam belajar adalah rasa takut gagal. Padahal, kegagalan adalah bagian dari proses belajar itu sendiri. Orang yang berhasil adalah mereka yang menjadikan kegagalan sebagai guru, bukan sebagai alasan untuk berhenti.

Belajar Sepanjang Masa dalam Konteks Keluarga dan Masyarakat

Pendidikan sejati dimulai dari rumah. Ketika orang tua menunjukkan semangat belajar kepada anak-anak, maka mereka pun akan tumbuh dengan semangat yang sama. Lingkungan yang mendukung pembelajaran, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat, akan menciptakan generasi yang tangguh, kreatif, dan adaptif.

Masyarakat yang terus belajar adalah masyarakat yang maju. Mereka tidak cepat puas, terus mencari solusi, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Oleh karena itu, membudayakan belajar sepanjang masa adalah langkah strategis untuk pembangunan bangsa.

Penutup

Belajar tidak berhenti ketika kelulusan diraih atau ketika pekerjaan sudah didapat. Justru saat itulah proses belajar sesungguhnya dimulai. Di era informasi ini, kita punya peluang besar untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan berkontribusi lebih baik bagi lingkungan sekitar.

Mari kita jadikan belajar sepanjang masa sebagai gaya hidup. Karena sejatinya, siapa pun yang berhenti belajar, maka ia telah berhenti berkembang. Dan siapa pun yang terus belajar, ia sedang membangun masa depan yang lebih cerah.

kanghadad.com Juli 15, 2025
Read more ...

Hari ini secara profesi saya memang dikenal sebagai seorang guru, tapi apakah ini adalah sebuah pilihan ? Atau apakah ini adalah satu-satunya pilihan ? atau kenapa harus muncul pertanyaan-pertanyaan seperti ini ? Ini adalah seutas refleksi saya sebagai seorang guru 6 tahun lamanya.

Guru bukan pilihan

Alih-alih menjadikan guru sebagai profesi, saya ingin kita menyadari bahwa guru adalah bagian yang melekat pada diri. Perhatikan bahwa kita pada dasarnya adalah pendidik, manusia memiliki fitrah untuk saling mendidik dan saling mengajarkan. Sebagaimana fitrah kita untuk berinteraksi satu sama lain sebagai makhluk sosial.

Baik, jika menurut struktur bahasa, dasar hukum, atau dalam berbagai referensi pendidikan, penggunaan kata 'pendidik' dalam penjelasan di atas mungkin kurang tepat. Manusia sekali lagi, secara fitrah selalu dan selalu ingin memberitahu informasi pada orang lain, sementara di sisi lain, manusia selalu merasa penasaran dengan apa yang terjadi disekitarnya.


Dua titik ini kemudian bertemu, dan terciptalah sebuah kondisi yang dinamakan pembelajaran. 

Maka, dengan berdasarkan kondisi ini, kita semua memiliki potensi yang sama untuk menjadi seorang guru. Di sisi lain, kita pun sama-sama memiliki potensi sebagai murid-murid yang selalu penasaran dengan hal-hal yang terjadi disekitar kita. Maka di sinilah kita akan mulai menyadari bahwa, kita semua adalah guru.

Sebuah bingkai bernama kebenaran dan kebaikan

Peradaban terus berkembang, dan dalam mempertahankan eksistensinya dalam kehidupan, sebuah peradaban membutuhkan para pejuang. Ya, para guru yang konsisten dengan memberikan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan adalah para pejuang yang sedang mempertahankan eksistensi peradaban.

Sebagai pejuang, guru tidak hanya 'bertugas' untuk memberikan informasi dan wawasan seluas-luasnya. Mesti ada nilai-nilai yang turut di pindahkan, di bagi dan menginspirasi para penerus peradaban. Sebuah anjuran pada kebaikan dan teguran yang mencegah terjadinya kejahatan, akan menambah usia peradaban menjadi lebih kekal dan abadi.

Perhatikan bahwa sejarah telah mencatat, bahwa orang-orang hebat dalam peradaban umat manusia, lahir dari didikan guru-guru yang hadir di kehidupannya. Guru-guru ini sebagian diantaranya mungkin bukan ilmuwan, bukan para ahli, bukan profesor atau yang lainnya, terkadang guru-guru ini hadir dalam wujud musuh, anak kecil, rakyat jelata, dan bahkan binatang atau tumbuhan. 

Inilah sosok-sosok yang berhasil menjadi guru di mata manusia yang haus akan ilmu. Menjadi guru yang berkesan dan memberikan inspirasi serta dorongan untuk merubah peradaban menjadi lebih baik. 

Guru bukan sekedar profesi

Maka, bagian akhir dari catatan ini adalah bahwa guru bukan hanya sekedar profesi. Terlalu rendah pemahaman kita jika menganggap guru hanya sekedar pilihan pekerjaan, yang di gaji setiap bulan, dan menanti-nanti masa pensiun dengan segera. 

Guru adalah sebuah amanah dalam diri manusia, yang akan terus hidup dalam hati kita. Hati yang senantiasa berharap bahwa peradaban terus menjadi lebih baik, lebih berkualitas dalam kehidupan kemerdekaan secara nyata. Guru adalah jalan pejuang yang tidak pernah berhenti berjuang sampai tetes darah terakhir kita yang menyentuh tanah, mampu menyubur hijaukannya. 

Ini adalah sebuah misi mulia, yang tidak ada batasan tempat, waktu dan usia. Selama kita hidup, selama kita mampu menarik nafas, selama kita mengharapkan sebuah kehidupan yang lebih baik, maka kita adalah guru yang sedang dinantikan kehadirannya oleh peradaban.

Selamat hari guru, 25 November 2022
kanghadad.com Juli 09, 2025
Read more ...