Hari ini secara profesi saya memang dikenal sebagai seorang guru, tapi apakah ini adalah sebuah pilihan ? Atau apakah ini adalah satu-satunya pilihan ? atau kenapa harus muncul pertanyaan-pertanyaan seperti ini ? Ini adalah seutas refleksi saya sebagai seorang guru 6 tahun lamanya.

Guru bukan pilihan

Alih-alih menjadikan guru sebagai profesi, saya ingin kita menyadari bahwa guru adalah bagian yang melekat pada diri. Perhatikan bahwa kita pada dasarnya adalah pendidik, manusia memiliki fitrah untuk saling mendidik dan saling mengajarkan. Sebagaimana fitrah kita untuk berinteraksi satu sama lain sebagai makhluk sosial.

Baik, jika menurut struktur bahasa, dasar hukum, atau dalam berbagai referensi pendidikan, penggunaan kata 'pendidik' dalam penjelasan di atas mungkin kurang tepat. Manusia sekali lagi, secara fitrah selalu dan selalu ingin memberitahu informasi pada orang lain, sementara di sisi lain, manusia selalu merasa penasaran dengan apa yang terjadi disekitarnya.


Dua titik ini kemudian bertemu, dan terciptalah sebuah kondisi yang dinamakan pembelajaran. 

Maka, dengan berdasarkan kondisi ini, kita semua memiliki potensi yang sama untuk menjadi seorang guru. Di sisi lain, kita pun sama-sama memiliki potensi sebagai murid-murid yang selalu penasaran dengan hal-hal yang terjadi disekitar kita. Maka di sinilah kita akan mulai menyadari bahwa, kita semua adalah guru.

Sebuah bingkai bernama kebenaran dan kebaikan

Peradaban terus berkembang, dan dalam mempertahankan eksistensinya dalam kehidupan, sebuah peradaban membutuhkan para pejuang. Ya, para guru yang konsisten dengan memberikan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan adalah para pejuang yang sedang mempertahankan eksistensi peradaban.

Sebagai pejuang, guru tidak hanya 'bertugas' untuk memberikan informasi dan wawasan seluas-luasnya. Mesti ada nilai-nilai yang turut di pindahkan, di bagi dan menginspirasi para penerus peradaban. Sebuah anjuran pada kebaikan dan teguran yang mencegah terjadinya kejahatan, akan menambah usia peradaban menjadi lebih kekal dan abadi.

Perhatikan bahwa sejarah telah mencatat, bahwa orang-orang hebat dalam peradaban umat manusia, lahir dari didikan guru-guru yang hadir di kehidupannya. Guru-guru ini sebagian diantaranya mungkin bukan ilmuwan, bukan para ahli, bukan profesor atau yang lainnya, terkadang guru-guru ini hadir dalam wujud musuh, anak kecil, rakyat jelata, dan bahkan binatang atau tumbuhan. 

Inilah sosok-sosok yang berhasil menjadi guru di mata manusia yang haus akan ilmu. Menjadi guru yang berkesan dan memberikan inspirasi serta dorongan untuk merubah peradaban menjadi lebih baik. 

Guru bukan sekedar profesi

Maka, bagian akhir dari catatan ini adalah bahwa guru bukan hanya sekedar profesi. Terlalu rendah pemahaman kita jika menganggap guru hanya sekedar pilihan pekerjaan, yang di gaji setiap bulan, dan menanti-nanti masa pensiun dengan segera. 

Guru adalah sebuah amanah dalam diri manusia, yang akan terus hidup dalam hati kita. Hati yang senantiasa berharap bahwa peradaban terus menjadi lebih baik, lebih berkualitas dalam kehidupan kemerdekaan secara nyata. Guru adalah jalan pejuang yang tidak pernah berhenti berjuang sampai tetes darah terakhir kita yang menyentuh tanah, mampu menyubur hijaukannya. 

Ini adalah sebuah misi mulia, yang tidak ada batasan tempat, waktu dan usia. Selama kita hidup, selama kita mampu menarik nafas, selama kita mengharapkan sebuah kehidupan yang lebih baik, maka kita adalah guru yang sedang dinantikan kehadirannya oleh peradaban.

Selamat hari guru, 25 November 2022
kanghadad.com Juli 09, 2025
Read more ...


 

Bismillahirrahmanirrahim

NIZHAMUL USAR
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya.
USRAH
Islam menekankan perlunya pembentukan usar (usrah-usrah) dari pengikut- pengikutnya, yang dapat membimbing mereka kepada puncak keteladanan, mengokohkan ikatan hatinya, dan mengangkat derajat ukhuwahnya; dari kata-kata dan teori menuju realita dan amal nyata. Karena itu -wahai saudaraku- usahakan agar dirimu menjadi batu bata yang baik bagi bangunan (Islam) ini.
Sedangkan pilar-pilar ikatan ini ada tiga; hafalkan dan usahakan untuk mewujudkannya, sehingga ia tidak hanya menjadi beban berat yang kering tanpa ruh.
1. Ta'aruf (Saling Mengenal)
la adalah awal dari pilar-pilar ini. Karenanya, saling mengenallah dan saling berkasih sayanglah kalian dengan ruhullah. Hayatilah makna ukhuwah yang benar dan utuh di antara kalian, berusahalah agar tidak ada sesuatu pun yang menodai ikatan kalian, hadirkanlah selalu bayangan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits yang mulia di benakmu. Letakkan di pelupuk matamu kandungan ayat-ayat berikut,
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara." (Al-Hujurat: 10)
"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.'' (Ali Imram: 103)
Juga sabda Rasulullah saw. berikut,
"Seorang mukmin dengan mukimin lainnya itu ibarat bangunan yang sebagiannya mengokohkan yang lain,"
"Seorang Muslim itu saudara Muslim lainnya; tidak mendzalimi dan tidak menyerahkannya (kepada musuh)."
"Orang-orang yang beriman itu, dalam hal berkasih sayang dan berlemah lembut, semisal jasad yang satu."
Perintah-perintah Allah dan taujih-taujih Nabi ini-setelah berlalu generasi pertama
umat Islam- telah (hanya) menjadi kata-kata penghias bibir kaum muslimin dan khayalan belaka di benak mereka, sampai kalian datang wahai Ikhwan yang saling mengenal. Kalian telah berusaha untuk menerapkannya di masyarakat kalian, dan kalian inginkan kembalinya ikatan umat yang saling bersaudara dengan jiwa ukhuwah islamiyah. Keselamatan untuk kalian jika kalian tulus, dan saya berharap demikian adanya. Allah adalah pelindung kalian.
2. Tafahum (Saling Memahami)
Ia adalah pilar kedua dari pilar-pilar sistem ini. Karenanya, istiqamahlah kalian dalam manhaj yang benar, tunaikan apa-apa yang diperintahkan Allah kepadamu, dan tinggalkan apa-apa yang dilarang. Evaluasilah dirimu dengan evaluasi yang detail dalam hal ketaatan dan kemaksiatan, setelah itu hendaklah setiap kalian bersedia menasehati saudaranya yang lain begitu aib tampak padanya. Hendaklah seorang akh menerima nasehat saudaranya dengan penuh rasa suka cita dan ucapkan terima kasih padanya.
Untuk akh yang menasehati, berhati-hatilah jangan sampai hatimu -yang secara ikhlas ingin memberi nasehat kepada saudaramu- itu berubah niat, meski hanya sehelai rambut. Jangan sampai ia merasakan adanya kekurangan pada sasaran nasehat, lalu menganggap bahwa dirinya lebih utama darinya. Kalau ia merasa tidak mampu memperbaikinya, biarkanlah selama kurang lebih sebulan penuh, lalu janganlah diceritakan aib yang ia lihat itu, kecuali kepada pemimpin usrah saja. Setelah itu, tetaplah dalam keadaan mencintai dan menghargainya, sehingga Allah swt. menetapkan keputusan-Nya.
Sedangkan untuk akh yang dinasehati, waspadalah jangan sampai engkau berubah sikap, menjadi keras hati kepada akh yang menasehati, meskipun hanya sehelai rambut. Kenapa demikian? karena mahabbah fillah (cinta karena Allah) adalah setinggi-tinggi martabat dalam agama, sedangkan nasehat adalah pilar agama itu. "Agama adalah nasehat." Allah swt melindungi sebagian kalian dari (kejahatan) sebagian yang lain, memuliakanmu dengan ketaatan kepada-Nya, dan memalingkan tipu daya setan dari kami dan kalian Semua.
3. Takaful (Saling Menanggung Beban)
Ia adalah pilar yang ketiga. Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. Demikian itulah fenomena konkret iman dan intisari ukhuwah. Hendaklah sebagian dari kalian senantiasa bertanya kepada sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). Jika didapatkan padanya kesulitan, segeralah memberi pertolongan selama ada jalan untuk itu. Hadirkan di benakmu kandungan sabda Rasulullah saw. ini,
"Seseorang berjalan (Pergi) dalam rangka memenuhi hajat saudaranya itu lebih baik dari pada itikaf satu bulan di masjidku ini."
"Barangsiapa memasukkan kegembiraan pada ahlul bait dari kalangan kaum muslimin, Allah tidak melihat balasan baginya kecuali surga."
Semoga Allah mengikat hati kalian dengan ruh-Nya. Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Wahai Ikhwan ...
Pada berbagai tugas yang ada di hadapan kalian -jika kalian menyadari- dan pada berbagai pekerjaan yang ada di tangan kalian -jika kalian lakukan- ada sesuatu yang dapat menjamin terwujudnya pilar-pilar ini. Hendaklah kalian senantiasa mempelajari ulang berbagai kewajiban ukhuwah seputar ta'awun, dan masing-masing dari kalian evaluasi dirilah perihal penerapannya. Setelah itu, hendaklah setiap akh berusaha untuk hadir di setiap pertemuan yang telah disepakati, dan segeralah sisihkan dari harta yang dimiliki untuk kas usrah-nya hingga tidak ketinggalan seorang pun untuk menunaikan tugas-tugasnya.
Jika kalian telah menunaikan berbagai kewajiban -baik individu jamaah, maupun harta- ini, tidak syak lagi, pilar-pilar usrah ini akan segera terwuiud. Apabila kalian mengabaikannya, maka sistem ini akan berangsur rapuh dan matilah akhirnya. Pada kematiannya ada kerugian besar bagi dakwah, padahal ia adalah harapan Islam dan kaum muslimin seluruhnya.
Banyak di antara kalian yang mempertanyakan, "Kesibukan apa yang sesungguhnya ada pada mereka dalam pertemuan rutin usrah?" Pertanyaan itu mudah saja jawabnya. Lagi pula, alangkah banyaknya tugas-tugas yang mesti diselesaikan, namun betapa sedikitnya waktu yang tersedia. Adapun agenda yang hendaknya menyibukkan anggota usrah dalam pertemuannya. adalah antara lain:
1. Setiap akh menyampaikan persoalannya, sementara yang lain ikut terlibat membahas dan mencari penyelesaiannya. Semua itu dalam suasana ukhuwah yang tulus dan orientasi yang jernih hanya bagi Allah swt. Pada yang demikian itu ada proses peneguhan tsiqah dan pengokohan ikatan hati, "Orang mukmin adalah cermin bagi saudaranya," juga agar dapat terwujud sebagian saja dari apa yang disabdakan Rasul saw., "Orang-orang mukmin, dalam hal kasih sayang dan sikap lemah lembutnya itu ibarat jasad yang satu. Jika salah satu anggotanya mengeluh, maka anggota yang lainnya ikut merasakan dampaknya; demam dan tidak bisa tidur."
2. Telaah seputar persoalan Islam dan membaca berbagai risalah dan taujihat yang ditelorkan oleh pemimpin umum yang ditujukan untuk usar. Tidak ada tempat di majelis usrah bagi perdebatan, perang mulut, atau pelampiasan emosi dengan mengangkat suara tinggi-tinggi. Itu semua haram hukumnya menurut fiqih usrah. Yang dibenarkan adalah: penjelasan dari minta penjelasan, itu pun harus dengan memperhatikan batas-batas etika dengan keutuhan sikap saling menghargai dari seluruh anggota. Jika ada suatu usulan atau komplain, naqib (ketua forum) hendaklah menampungnya untuk kemudian menyampaikannya kepada pemimpin. Allah swt. telah mencela beberapa kaum sebagaimana firman-Nya,
"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanahan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya."
Lalu Allah swt. menjelaskan bagaimana yang seharusnya,
"Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Allah dan Rasul-Nya)." (An-Nisa: 83)
3. Studi terhadap berbagai buku yang berguna. Setelah itu hendaklah para akh berusaha mewujudkan makna ukhuwah dalam berbagai lapangan kehidupan, yang ia tidak mungkin tercakup dalam buku-buku dan tidak pula termuat dalarn berbagai taujih. Rasulullah saw. mengisyaratkannya, antara lain: membesuk yang sedang sakit, memenuhi hajat akh yang membutuhkan meski hanya dengan kata-kata yang menghibur, mencari informasi tentang akh yang absen, mendekati terus-menerus akh yang 'terputus', dan lain-lain. Semua itu menambah ikatan ukhuwah dan semakin mengukuhkan rasa cinta dan ikatan dalam jiwa.
Untuk menambahkan kuatnya ikatan antar ikhwan, mereka harus memperhatikan hal-hal berikut:
1. Mengadakan rihlah tsaqafiyah (semacam studi tur) dengan mengunjungi berbagai peninggalan sejarah, pabrik-pabrik, dan sebagainya.
2. mengadakan wisata bulan purnama.
3. mengadakan wisata sungai dengan berdayung sampan.
4. Mengadakan wisata gunung, bukit, taman, dan sebagainya.
5. mengadakan wisata sepeda.
6. Puasa bersama sehari dalam sepekan, atau sehari dalam dua pekan.
7. Shalat shubuh bersama di masjid sekali sepekan.
8. Berusaha untuk dapat mabit (bermalam) bersama sekali sepekan sekali dalam dua
pekan.
kanghadad.com Juli 09, 2025
Read more ...




 

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang masif, literasi digital di era digital menjadi kemampuan yang tak bisa ditawar lagi. Bukan hanya anak muda atau pelajar, tetapi semua kalangan kini dituntut untuk memiliki keterampilan digital yang mumpuni agar tidak tertinggal zaman, tertipu informasi palsu, atau bahkan menjadi korban kejahatan siber.

Apa Itu Literasi Digital?

Secara sederhana, literasi digital adalah kemampuan seseorang dalam mengakses, mengevaluasi, menggunakan, dan menciptakan informasi melalui perangkat digital secara efektif dan etis. Ini mencakup pemahaman terhadap media sosial, penggunaan internet yang bertanggung jawab, serta kesadaran akan keamanan dan privasi data pribadi.

Namun, literasi digital di era digital bukan hanya soal bisa menggunakan gadget atau menjelajah internet. Ini juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami bias informasi, dan menjaga etika dalam berinteraksi di dunia maya.

Mengapa Literasi Digital Itu Penting?

  1. Melindungi Diri dari Hoaks dan Disinformasi

Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah banjir informasi yang tak selalu benar. Banyak berita palsu, teori konspirasi, hingga propaganda politik tersebar luas di media sosial dan aplikasi pesan. Literasi digital membantu seseorang mengenali sumber yang kredibel, memverifikasi informasi, dan tidak mudah termakan hoaks.

  1. Meningkatkan Keselamatan Digital

Kemampuan mengenali risiko siber seperti phising, peretasan, hingga pencurian identitas digital menjadi aspek penting dari literasi digital. Di era digital ini, data pribadi sangat berharga dan rentan disalahgunakan. Oleh karena itu, memahami cara mengamankan akun, membuat kata sandi yang kuat, dan menjaga privasi di internet merupakan bagian dari literasi digital yang wajib dikuasai.

  1. Etika dan Jejak Digital

Banyak orang tidak menyadari bahwa apa yang mereka unggah di internet akan meninggalkan jejak digital permanen. Tanpa literasi digital yang baik, seseorang bisa saja mengunggah konten yang merugikan diri sendiri di masa depan, seperti ujaran kebencian, pornografi, atau pelanggaran hukum lainnya. Literasi digital menanamkan kesadaran etis dalam berinternet agar pengguna bertanggung jawab atas setiap aktivitas digitalnya.

  1. Mendukung Pembelajaran dan Karier

Dalam dunia pendidikan, literasi digital membantu pelajar untuk belajar lebih mandiri, menemukan sumber belajar yang valid, serta mengembangkan kreativitas melalui platform digital. Sementara dalam dunia kerja, kemampuan digital menjadi salah satu kualifikasi penting. Karyawan dengan tingkat literasi digital yang tinggi akan lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing.

  1. Mengembangkan Kreativitas dan Inovasi

Dengan literasi digital yang baik, pengguna internet tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga bisa menjadi kreator konten. Anak-anak muda kini bisa memanfaatkan platform seperti YouTube, blog, podcast, atau media sosial untuk mengekspresikan ide, mengembangkan personal branding, bahkan merintis bisnis digital.

Tantangan Literasi Digital di Indonesia

Meskipun teknologi internet telah menjangkau berbagai pelosok negeri, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami cara menggunakan internet secara bijak dan aman. Minimnya edukasi digital di sekolah, kurangnya pengawasan orang tua, serta keterbatasan akses teknologi menjadi tantangan yang harus diatasi bersama.

Selain itu, masyarakat sering kali tertipu oleh konten viral yang belum tentu valid. Inilah sebabnya mengapa gerakan literasi digital harus melibatkan berbagai pihak—sekolah, pemerintah, keluarga, hingga komunitas digital.

Bagaimana Cara Meningkatkan Literasi Digital?

Berikut beberapa cara praktis untuk meningkatkan literasi digital di era digital:

  • Mengikuti pelatihan digital: Banyak lembaga menyediakan pelatihan gratis atau berbayar tentang keamanan digital, pemanfaatan internet, hingga pembuatan konten kreatif.

  • Membiasakan verifikasi informasi: Jangan langsung percaya atau membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber tepercaya.

  • Mendidik anak sejak dini: Orang tua perlu mendampingi dan membimbing anak dalam menggunakan internet agar mereka tumbuh sebagai pengguna yang cerdas.

  • Mengikuti komunitas digital positif: Bergabung dalam komunitas literasi digital akan memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan digital secara kolektif.

Penutup

Literasi digital di era digital bukan lagi sekadar pilihan, tapi kebutuhan mendesak. Dengan literasi digital yang baik, seseorang tidak hanya terlindungi dari ancaman dunia maya, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif, produktif, dan inovatif. Di tengah dunia yang makin terhubung, mari jadikan literasi digital sebagai kunci menjadi warga digital yang cerdas dan bertanggung jawab.

kanghadad.com Juli 07, 2025
Read more ...


Pertama kali nonton seri Evil Dead adalah seri ke-2 yang rilis tahun 1987. Meskipun demikian saya yang kelahiran 1991 baru menyaksikannya mungkin sekitar tahun 2006 di televisi. Dan saya mendapatkan kesan yang bagus sampai sekarang.

Sisanya, seri evil dead yang pertama (1981) baru saya tonton dari file hasil download di PC, dan seri-seri berikutnya yang hanya baca review dan sinopsis yang bertebaran secara online. Kenapa demikian? saya rasa kesan di film seri ke-2 ini sudah cukup dan saya tidak ingin merusak kenangannya.

Keunikan Cerita Evil Dead

Setelah saya melihat 2 film Evil Dead yang pertama, saya sudah melihat betapa unik cerita dari seri film satu ini. Evil Dead pertama saya merasakan aura horor ya layaknya film horor. Sementara di seri ke-2 saya mendapatkan kesan bahwa ini adalah film horor-aksi.

Ash adalah karakter sentral di 3 seri Evil Dead jaman dulu, yang berhasil mengantarkan sebuah cerita yang ternyata tidak sedangkal yang di duga. 

Remake Evil Dead tahun 2013 pun, meskiupun saya belum pernah menontonnya, mendapat respon yang cukup positif dimana ceritanya masih menjaga kesinambungan dari seri jadul-nya. 

Instalment ke-5 dari Evil Dead pun akan rilis tahun ini. Bertajuk Evil Dead Rise, rasa-rasanya akan menyuguhkan cerita yang lagi-lagi unik khas dari Evil Dead Franchise.

Sam Raimi dan Kesinambungan Cerita

Yang menjadi daya tarik adalah hadirnya Sam Raimi dalam "Memastikan" cerita yang bersambung. Tentu ini menjadi pengikat bagi para penonton dan penikmat seri evil dead lama, sekaligus mengundang generasi muda untuk menikmati keseruan di suasana yang terbaru.

Dulu sempat berhembus isu, jika dua varian Evil Dead yaitu yang dulu (1981, 1987, dan 1992) akan yang sekarang (2013, 2023) pada akhirnya akan bergabung dalam sebuah film final. Tentu ini adalah sebuah kisah yang menjanjikan, terlepas apakah rencana ini memang benar akan terwujud atau hanya rumor semata.

Yang jelas, bagi saya yang terkesan dengan keunikan ceritanya, film ini layak untuk di tunggu dan kita nantikan kehadirannya.



kanghadad.com Januari 05, 2023
Read more ...